Rabu, 16 Februari 2011

Kemuning Senja diberanda Mekah

 Judul : Kemuning Senja diberanda Mekah
 Penulis : Abu Umar Basyir
 Penerbit : Shofa Medika Publika
 Harga : Rp. 30.000

Pagi itu adalah awal terbukanya lembaran hidup yang sulit dicerna kemerjap maknanya, oleh gadis semuda Rafiqah. Usai menyelesaikan pendidikan di sebuah
SMU di wilayah Jakarta Timur, secara tiba-tiba orang tuanya mendesaknya untuk menikah. Akan tetapi, semua keputusan orang tuanya itu sesungguhnya bermula dari dirinya sendiri.

Enam bulan yang lalu , Rafiqah memutuskan berjilbab sempurna. Setelah sebelumnya ia terbiasa mengenakan kerudung ala kadarnya. Di tengah kehidupan glamour keluarganya yang kaya raya, yang berpaham sekuler militan, keputusan itu dianggap mengada-ada..Jilbab lebar, dengan pakaian jubah panjang menutup seluruh aurat tubuhnya –kecuali wajah dan telapak tangan-sungguh tak lazim dalam kebiasaan keluarganya. Papanya bahkan merasa malu memiliki anak gadis seperti itu. Ketakutan akan cibiran rekan-rekan bisnisnya , kekhawatiran anaknya menjadi pengikut aliran sesat, istri teroris, sungguh menjadi bayangan seram yang baginya nyaris melebihi kematian….

Kenapa ayahnya tiba-tiba bicara soal pernikahan ?
Pria macam apa yang dipilih orangtuanya untuk menjadi suaminya?
Bagaimana, kisah lika liku pernikahan Rafiqah?
Kisah ini begitu mengharu biru…

Rafiqah harus menerima kenyataan,menikah dengan pria yang tidak ia cintai, jauh dari sosok yang ia idam-idamkan. Terlebih saat itu ia sama sekali belum berpikir untuk menikah. Segala ketidaknyamanan itu menumpuk menjadi satu, terolah menjadi adonan kepedihan yang membaluri lubuk hatinya. Ia luluh dan berduka. Pernikahan itu menjadi tak ubahnya mendung kelabu dalam langit-langit kehidupannya. Rafiqah sama sekali tak dapat membayangkan hari-hari yang akan dijalaninya esok-esok hari. Semuanya ia pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa...

Pada akhirnya….
Di balik sekian bencana yang mereka rasakan, di balik beragam musibah yang mereka rasakan selama ini, ternyata tersembunyi akar kebahagiaan yang baru terlihat menyeruak di senja itu. Akar itu menumbuhkan pohon CINTA yang begitu indah. Cinta dalam balutan iman. Cinta anugerah yang tidak akan menjajah jiwa..

Kisah ini hadir, sebagai bagian dari taddabur atau perenungan semesta, semoga kisah nyata ini mampu menjadi bagian perenungan jiwa dan pencerahan diri menuju hidup yang lebih berarti...........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar